Memaknai Bincang Edukasi Meetup #11 di Bandung

Pagi hari  Sabtu, 10 November 2012 yang bertepatan dengan hari Pahlawan ini kebetulan saya sedang berada di Bandung. Saat itu pula niat untuk mengikuti acara meetup ke 11 dari @bincangedukasi harus dilaksanakan, untuk saya yang kedua kalinya hadir melihat dan menimba ilmu dari para presentan-presentan keren pengisi acara bincang edukasi meetup ke 11 ini, setelah dulu pernah mengikuti bincang edukasi meetup ke 2 atau ke 5 yang diadakan di Bandung juga (itu juga kalo tidak salah mengingat, sudah cukup lama memang).

Untuk teman-teman dari PLB / Pendidikan Luar Biasa yang mampir ke blog ini dan belum tahu apa itu bincang edukasi, akan coba saya sedikit ceritakan profil dan apa saja kegiatan yang sering bincang edukasi adakan terutama untuk perubahan pendidikan ke arah yang lebih baik.

Bila mengutip profil yang dipajang di twitter @bincangedukasi ini cukup mewakili semangat mereka terhadap gerakan ini yaitu “Sebuah kolam berenangnya ide-ide kreatif. Sebuah wadah pegiat edukasi berbincang pendidikan alternatif. Karena pendidikan adalah kehidupan”. Bila ingin lebih lengkap mengetahui bincang edukasi yang di gagas oleh mas Kreshna Aditya dan teman-temannya ini bisa dilihat disini.

Nah untuk acara bincang edukasi meetup ini adalah konsep berbagi pengalaman dan cerita-cerita dari banyak gerakan pendidikan yang telah lama diadakan di suatu kota tertentu demi mengubah pendidikan ke arah lebih baik dan mampu menyaingi dinamisnya kehidupan, yang sifat gerakannya bottom up (dari bawah ke atas). Kenapa seperti itu ? Ya karena bincang edukasi ini sifatnya lebih mengoordinasikan dan menjembatani banyaknya gerakan-gerakan pendidikan yang dilakukan oleh para praktisi, orang tua, pemuda, atau para stakeholder-stakeholder yang peduli terhadap pendidikan di negara Indonesia ini bersifat dari bawah menuju ke atas, karena sama sekali tidak pernah melibatkan pemerintah di dalamnya. Tidak hanya yang berprofesi guru saja, melainkan banyak profesi lainnya. Format acara bincang edukasi yang lebih bisa kalian baca disini.

Jujur sih blog ini ada ya karena salah satu inspirasinya berasal dari bincang edukasi, terutama saat melihat website bincang edukasi dan akun twitter @bincangedukasi nya. Tentunya inspirasi lainnya,  saya coba mengkhususkan diri untuk semangat berbagi informasi mengenai Pendidikan Luar Biasa / Pendidikan Khusus melalui media jejaring sosial di dunia maya. Bertujuan untuk membagikan informasi-informasi mengenai Pendidikan Luar Biasa / Pendidikan Khusus tidak terpaku untuk guru-guru di SLB / Sekolah Luar Biasa, guru-guru PLB di sekolah Inklusi saja. Melainkan untuk membagikan informasi mengenai Pendidikan Luar Biasa ini kepada para penggerak dan pemerhati pendidikan secara umum.

Nah untuk detail acara di #Bined11 meetup Bandung bisa dilihat disini. Disitu sudah dipaparkan dengan sangat jelas sekali siapa-siapa saja presentan kerennya yang akan berbagi cerita mengenai gerakan-gerakan pendidikan yang telah mereka laksanakan hingga saat ini.

#Bined11 di Bandung

Kalo saya pribadi lebih tertarik terhadap presentan yang bernama ibu Sanny Darman dari komunitas Homeschooling Pewaris Bangsa, karena kebetulan saat ini saya sedang menangani anak berkebutuhan khusus dengan autis dalam setting pendidikan homeschooling.

Selanjutnya akan coba saya ceritakan ya tentang materi apa saja yang saya dapatkan dari para presentan-presentan keren tadi, semoga teman-teman dari Pendidikan Luar Biasa juga tertarik untuk ikutan forum-forum diskusi membahas pendidikan secara umum, jangan selalu mengkhususkan diri karena mentang-mentang Pendidikan Luar Biasa / Pendidikan Khusus. Bukankah kita para orang berlatar Pendidikan Luar Biasa sedang memperjuangkan Pendidikan Inklusi di Indonesia ini ? Ya kita juga harus membaurkan diri dengan insan-insan pemerhati pendidikan secara umum, jangan selalu memisahkan diri. Karena kalau seperti itu orang lain ya tidak akan pernah tahu apa yang kita perjuangkan.

Acara siang itu dibuka oleh Mas Kreshna Aditya selaku inisiator bincang edukasi, beliau memaparkan apa itu bincang edukasi (bisa dibaca di link dari tulisan awal postingan ini) secara lengkap.

Mas Kreshna Memaparkan Apa itu Bincang Edukasi.

Berikutnya adalah giliran Teh Nayasari Aissa sebagai presentan pertama. Teh Nayasari Aissa ini adalah salah satu penggagas SKHOLE @ITBMengajar . SKHOLE @ITBMengajar ini berawal dari kegelisahan para mahasiswa yang aktif di KM ITB terhadap gagalnya implementasi pendidikan yang dibuat pemerintah, serta ingin mengembalikan semangat kepedulian dan pengabdian pada masyarakat dari mahasiswa ITB terhadap lingkungan sekitarnya. SKHOLE merupakan hasil penggabungan antara Rumah Belajar dan Forum Kakak Asuh yang sejauh ini sudah menjalankan pendidikan untuk lebih dari 100 anak di dua rumah belajar di Bandung.

SKHOLE sendiri dijadikan sebagai wadah aktualisasi diri para mahasiswa ITB yang peduli terhadap keberlangsungan pendidikan. SKHOLE juga dijadikan suatu “demo” terhadap pemerintah yang dianggap gagal implementasikan pendidikan yang baik, tentunya ini merupakan “demo” yang memiliki aksi nyata secara langsung. Karena SKHOLE terjun langsung mendidik anak-anak usia sekolah dasar dan pendidikan anak usia dini. Lebih lengkap kegiatan SKHOLE bisa di cek di timeline twitter mereka disini.

Teh Nayasari Aissa Menjelaskan Tentang SKHOLE

Presentan selanjutnya adalah Bang Andrisyah Tauladan, dipanggil Bang ya karena asalnya dari Jakarta. Abang yang akrab disapa Andri ini berhasil memukau dan membuat para peserta yang hadir ngiri atas prestasi dia mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Melalui komunitas Indonesia Belajar 2020 yang didirakan bersama temannya ini, Bang Andri berharap suatu saat kelak maksimal tahun 2020 harus ada  mahasiswa asal Indonesia mampu kuliah di 100 Universitas Top Dunia minimal 3 orang mahasiswa di tiap Universitas dan merupakan hasil dari beasiswa.

Bang Andri membuat iri dengan sedikit menceritakan pengalaman beliau mendapatkan beasiswa di luar negeri. Kata beliau pencari beasiswa itu gak selalu harus pintar dengan IPK tinggi, yang terpenting adalah usaha dan keinginan mencoba berkali-kali. Karena menurut Bang Andri mencari beasiswa itu ibarat mencari jodoh, harus memantaskan diri terlebih dahulu baru berjodoh. Minimal juga menguasai 1 dari salah 6 bahasa yang digunakan PBB. Ingin tahu tips dan dibimbing mencari beasiswa oleh orang-orang berpengalaman ya caranya follow Indonesia Belajar 2020.

Buat yang dari Pendidikan Luar Biasa dan mimpi kuliah di Eropa, terutama di Oslo University dengan jurusan Special Need Education atau Special and Inclusive Education serta pengen kuliah di sana dari beasiswa ya segera follow Bang Andri dan Indonesia Belajar 2020 nya. Ya barangkali kalian nanti nyangkut dengan beasiswa Erasmus Mundus kalau pengen kuliah di Oslo Norwegia. Ingat ya, pantaskan dulu diri  kalian untuk mendapatkan beasiswa. Jangan pernah lelah mencoba.

Setelah bahas beasiswa, presentan selanjutnya adalah seorang berprofesi yang sangat jarang di Indonesia ini. Beliau adalah Teh Sinta Ridwan, beliau adalah seorang dari sedikit filolog (ahli naskah kuno) di Indonesia yang bercita-cita ingin membangun museum digital supaya masyarakat dapat lebih mengenal naskah-naskah kuno. Di bincang edukasi kali ini para peserta diajak belajar secara langsung menulis dalam aksara kuno / kuna, kemarin diajak secara langsung menuliskan nama-nama peserta ke dalam aksara sunda kuno. Bila ingin lebih tahu secara detail bisa dilihat di timeline twitter @aksakun.

Foto saat Teh Sinta Ridwan mengajari tentang aksara kuno dari tanah Sunda bisa dilihat disini.

Kelas Aksara Sunda Kuna yang selalu diadakan oleh Sinta Ridwan

Pemaparan selanjutnya adalah yang ditunggu-tunggu oleh saya secara pribadi, yak presentan kali ini adalah ibu Sanny Darman. Beliau merupakan seorang pendiri Pewaris Bangsa, salah satu komunitas Homeschooling dari sekian banyak komunitas ini di Bandung. Ibu Sanny Darman ini bersama beberapa orang tua lainnya yang memiliki keputusan secara langsung untuk terjun mendidik dan mengajar anak-anak mereka. Dari mulai jejang pendidikan usia dini, hingga jenjang sekolah menengah pun ada, bahkan tahun ini saja pun merupakan ke 2 / 3 kali nya para orang tua di homeschooling Pewaris Bangsa berhasil mendampingi anak-anaknya untuk mendapatkan ijazah kesetaraan melalui Ujian Nasional.

Memilih homeschooling merupakan sebuah komitmen yang cukup hebat diambil oleh para orang tua di Pewaris Bangsa, komitmen ini harus dibarengi aksi nyata orang tua untuk terjun langsung mengajari anaknya. Bekerjasama dengan orang tua lain untuk mengadakan kegiatan outing, agar kemampuan sosial anak tetap tergali dan berkembang. Melakukan kegiatan public speaking, agar anak mampu berbicara di depan orang banyak saat dewasa kelak. Memilih homeschooling diambil sebagian orang tua ini berangkat dari biaya sekolah yang melambung tinggi, alasan lain juga seperti waktu di sekolah formal tidak mampu mengakomodasi kebutuhan bermain anak secara optimal. Homeschooling tidak terkungkung oleh ruangan kelas, akan lebih fleksibel dimanapun dan kapan pun anak mampu belajar. Mengenai homeschooling dan kaitannya dengan anak berkebutuhan khusus akan coba saya posting di tulisan lainnya ya.

Ibu Sanny Darman sedang Menerangkan Gerakan Homeschooling Pewaris Bangsa yang dirintisnya

Presentan terakhir di acara Bined (Bincang Edukasi) Meetup 11 di Bandung kali ini adalah Kang Rahadian P. Paramita. Akanag yang akrab disapa Rahadian ini adalah Dewan Pembina di KalyANamandira, sebuah gerakan pendidikan yang sejak tahun 2006  melakukan pendampingan pendidikan informal terhadap anak-anak yang berada di dalam rumah tahanan, terutama rumah tahanan Kebonwaru Bandung. Kata “KalyANamandira” berasal dari bahasa sansakerta yang  memiliki arti “tempat / kuil bersemayamnya kesejahteraan”. Kang Rahadian juga memaparkan perbedaan antara tahanan dan narapidana, dan bagaimana seharus nya tempat bagi kedua status ini dipisahkan. Terutama dalam bentuk penjara, yang pada prakteknya tetap saja disatukan nyaris tak ada beda antara tahanan dan narapidana.

Kang Rahadian menceritakan saat ini ada sekitar 37 orang di blok khusus anak di Rutan Kebonwaru, berusia sekitar13-17 tahun. 4 orang anak berstatus tahanan dan 33 narapidana, dari mulai kasus salah sangka dianggao maling magic jar sampai pada kasus pembunuhan. Kang Rahadian menceritakan sebetulnya bila anak dihukum didalam Rutan itu malah merupakan proses pematangan kepremanan. Anak sejatinya dimanapun dia berada sangat butuh sekali pendidikan. Tapi tentunya berbeda untuk para anak-anak yang berada di Rutan ini, mereka bukan hanya butuh sekedar calistung, melainkan butuh fokus terhadap life skills / kecakapan hidup. Karena setelah selesai di Rutan anak harus tetap kembali ke masyarakat, dan tentunya ini bukan proses yang mudah bagi mereka (re: anak-anak di rutan).Bila ingin langsung mengetahui mengenai “KalyANamandira”, silakan saja langsung follow kang Rahadian disini.

Kang Rahadian menjelaskana apa itu “KalyANamandira”

Setelah kelima presentan keren-keren ini acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, acara ini berjalan hidup sekali. Sebelumnya para peserta pun diperbolehkan memperkenalkan diri, baik nama dan berasal dari mana saja mereka (sekolah, tempat kerja ataupun lainnya). Hingga pada akhirnya acara ditutup, semua peserta saling berkenalan dan melanjutkan lagi interest mereka terhadap beberapa presentan.

Ketika sesi tanya jawab, maaf ya fotonya agak blur.

Sekian tulisan ini saya buat, semoga bermanfaat. Terutama bagi teman-teman dari PLB / Pendidikan Luar Biasa agar banyak dan mau mengikuti kegiatan-kegiatan forum diskusi pendidikan.

Semoga bermanfaat. Salam Luar Biasa.

Categories: Cerita-cerita Luar Biasa | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Zullies Ikawati's Weblog

We've shared together

Tinta Emas Guru

goreskan semua pengalamanmu agar semakin bermanfaat. guruabk.wordpress.com

Gadis Ransel

Travel is my soul

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Anotasi

Sekadar catatan saja...

%d bloggers like this: