Cerebral Palsy

Untuk kesempatan kali ini kami akan coba mem-posting tulisan mengenai bahasan anak yang mengalami Cerebral Palsy, tulisan kali ini akan coba membahas beberapa aspek. Mulai dari aspek pengertian Cerebral Palsy hingga hambatan belajar yang dialami anak yang mengalami Cerebral Palsy. Selamat Membaca :

1. Pengertian Anak Cerebral Palsy

Seorang anak disebut Cerebral Palsy (CP) jika ia memiliki beberapa ciri-ciri yang dominan berupa adanya hambatan atau gangguan motorik. Hambatan yang dimaksud sebagai akibat sesuatu hal yang terjadi di otak. Cerebral Palsy berasal dari dua kata yaitu  Cerebrum atau otak besar dan palcy yang artinya  kelumpuhan atau kelayuhan, dengan kata lain Cerebral Palsy atau orang sering menyebut dengan singkatan CP, dapat diartikan secara sederhana yaitu anak yang memiliki kelumpuhan otak. Kelumpuhan atau kelayuhan otak  memberi dampak yang beragam, dimana dampak tersebut berupa beberapa gejala yang menghambat mobilitas, koordinasi, kecerdasan, persepsi, dan komunikasi.

Untuk memahami istilah CP ada beberapa definisi para ahli dan lembaga yang bisa digunakan sebagai pedoman, diantaranya :

  1. Soeharso (1982) mendefinisikan CP sebagai suatu cacat yang sifatnya gangguan-gangguan atau kelainan-kelainan dari fungsi otot dan urat saraf (Neuromuscular disorder), dan yang disebabkan oleh karena sebab-sebab yang terletak di dalam otak. Disamping gangguan otot dan urat saraf terkadang masih ditemukan gangguan lain yang berhubungan dengan pengindraan (sensory disorder), gangguan-gangguan yang berkaitan dengan ingatan (mental disorder), juga gangguan-gangguan yang berkaitan dengan perasaan dan psikologis (psychological disorder).
  2. Cruickshank (1976) mendefinisikan CP sebagai berikut: CP, refers to a condition characterized by paralysis, weakness, incoordination, and or other motor dysfunction due to brain damage. Dengan pengertian bebas kita dapat mengartikan bahwa CP merupakan suatu kondisi yang ditandai oleh kelayuhan, kelemahan, tidak adanya koordinasi, dan atau ketidak berfungsian motorik yang lain, sebagai akibat kerusakan otak.
  3. Toha Muslim (1996). Cerebral palsy adalah suatu kelainan pada gerak tubuh yang ada hubungannya dengan kerusakan otak yang menetap.
  4. Lembaga Internasional yang berkecimpung dalam pelayanan anak CP yaitu World Commission on Cerebral Palsy mendefinisikan CP sebagai:

 “ Suatu sindroma di mana terdapat gangguan terutama sistem motorik, sikap tubuh, pergerakan otak, serta gejala-gejala saraf lainnya, dengan atau tanpa keterbelakangan mental yang disebabkan disfungsi otak sebelum perkembangannya sempurna”.

2. Penyebab Cerebral Palsy

Membicarakan apa saja penyebab cerebral palsy dapat dibagi dalam tiga periode, yaitu:

a. Prenatal : a) Malformasi kongenital. b) Infeksi dalam kandungan yang dapat menyebabkan kelainan janin (misalnya; rubela, toksoplamosis, sifihis, sitomega- lovirus, atau infeksi virus lainnya). c) Radiasi. d) Toksenia gravidarum. e) Asfiksia dalam kandungan (misalnya: solusio plasenta, plasenta previa, anoksi maternal, atau tali pusat yang abnormal).

b. Natal : a) Anoksialhipoksia. b) Perdarahan intra kranial. c) Trauma lahir. d)  Prematuritas.

c. Postnatal : a) Trauma kapitis. b) Infeksi misalnya : meningitis bakterial, abses serebri, trom- boplebitis, ensefalomielitis. c) Kern icterus.

Beberapa penelitian menyebutkan faktor prenatal dan peri- natal lebih berperan daripada faktor postnatal. Studi oleh Nelson dkk (1986)  menyebutkan bayi dengan berat lahir rendah, asfiksia saat lahir, iskemi prenatal, faktor genetik, malformasi kongenital, toksin, infeksi intrauterin me- rupakan faktor penyebab cerebral palsy. Faktor prenatal dimulai saat masa gestasi sampai saat lahir, sedangkan faktor perinatal yaitu segala faktor yang menyebab- kan cerebral palsy mulai dari lahir sampai satu bulan kehidupan.

Periode pasca natal mulai dari bulan pertama kehidupan sampai 2 tahun (Hagberg dkk 1975), atau sampai 5 tahun kehidupan (Blair dan Stanley, 1982), atau sampai 16 tahun (Perlstein, Hod, 1964).

 

3.  Identifikasi Anak Cerebral Palsy.

Identifikasi Anak CP dapat dilakukan melalui 2 hal, yaitu: pemeriksaan fisik dan psikologis.

a. Pemeriksaan Fisik.

Ahli medis akan mengawali identifikasi dengan menegakkan diagnosa berdasarkan anamnesis lengkap tentang riwayat kehamilan, persalinan, prenatal, dan pascanatal. Pemeriksaan fisik ini dilengkapi dengan memperhatikan perkembangan motorik. Pada bayi yang mempunyai resiko tinggi, pemeriksaan dilakukan berulang-ulang, karena gagal dapat berubah, terutama pada bayi dengan hipotoni yang menandakan perkembangan motorik yang lambat. Hampir semua Cerebral Palsy melalui fase  hipotoni (tonus otot yang rendah).

Pemeriksaan penunjang lainnya yaitu foto kepala, fungsi lumbal dan elektro encephalograp (EEG). Pemeriksaan lain yang dibutuhkan yaitu ultrasonografi kepala atau CT Scan kepala untuk mencoba melihat etiologi.

b. Pemeriksaan Psikologis.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat ada tidaknya keterbelakangan mental, dan faktor sosio emosional.

 

4. Kebutuhan Khusus Anak Cerebral Palsy.

Kebutuhan khusus anak Cerebral Palsy sangat berkaitan dengan kondisi gangguannya, baik yang bersifat fisik – motorik ataupun kapasitas intelektualnya. Berdasarkan hambatan-hambatan yang dialami anak Cerebral Palsy maka kebutuhan-kebutuhan khusus anak harus diperoleh di sekolah melalui program yang telah direncanakan dan mungkin juga dilaksanakan di luarsekolah, yang biasanya antara pihak sekolah dengan ahli medis sudah terjalin hubungan kerjasama.

Beberapa keburuhan khusus anak Cerebral Palsy, meliputi :

a.  Latihan ADL (Activities of Daily Living). Kegiatan ini meliputi:

1). Self Care, terdiri dari :

  • Toilet activities (kegiatan ke kamar kecil).
  • Dressing activities (kegiatan berpakaian).
  • Eating activities (kegiatan makan).

2).  Ambulation, Elevation, and Travelling. Kegiatan ini meliputi:

  • Bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kursi roda, di dalam dan diluar ruangan.
  • Berjalan dengan menggunakan braces atau crutch di dalam dan di luar ruangan.
  • Bepergian dengan mempergunakan kendaraan (khusus dan umum).
  • Berjalan menaiki tangga (tangga biasa, escalator).

3).  Hand Activities, meliputi:

  • Menulis.
  • Menggunakan telepon
  • Memijit bel.
  • Menyalakan dan mematikan lampu.
  • Membuka dan menutup pinta/kunci.

b.  Latihan menggunakan alat bantu. (Prostetik Ortotik).

Merupakan salahsatu kegiatan yang harus dilatihkan agar anak terampil :

  • Mempergunaka braces.
  • Mempergunakan crutch (baca – kruk).
  • Mempergunakan wheel – chair Kkursi roda).
  • Mempergunakan alat-alat lain, seperti alat makan/minum yang sudah dimodifikasi.

 

c.  Latihan Penguatan Otot dan Sendi.

Melalui latihan ini diharapkan kekuatan otot dan sendi dapat meningkat, selain itu juga untuk mencegah kontraktur. Latihan ini biasanya dilakukan dibawah bimbingan fisioterapis dengan intensitas yang diatur sesuai kebutuhan. Dalam hal ini guru mempunyai peran yang tidak kecil, karena kegiatan  pembelajaran latihan tersebut dapat dilakukan dalam mata pelajaran praktek Olah Raga dan Seni. Selain fisioterapis dan guru, juga orang tua sangat berperan dalam kegiatan ini seperti diungkapkan oleh beberapa orang tua yang memiliki anak Cerebral Palsy berhasil mengoptimalkan kemampuan anaknya melalui metode Glenn Doman. Metode ini dipergunakan untuk anak untuk anak dengan cedera otak berupa patterning (pola) untuk melatih:

  • Gerakan kaki dan tangan (merayap, merangkak).
  • Menghirup oksigen (masking) untuk melatih paru agar membesar (mengembang).

d. Latihan Sensor – motor.

Kegiatan latihan ini, selain selain dilakukan oleh akhli, guru pun dapat melakukannya. Guru yang mengajar anak  tingkat persiapan bisa memadukan bahan agar dengan latihan ini ada dua keuntungan yang didapat, yaitu selain anak belajar sesuatu – juga anak dilatih senso-motornya tanpa merasa sedang dilatih. Contoh-contoh latihan sederhana yang dapat dilakukan seperti: meronce, mewarnai, menempel, bermain puzzle, dll.

5. Hambatan Belajar Anak Cerebral Palsy.

Sebagaimana disebutkan di atas dalam definisi Cerebral Palsy yang dikemukakan oleh World Commission on Cerebral Palsy, bahwa simpton-simpton yang terdapat pada anak Cerebral Palsy yaitu: terganggunya sistem motorik, pergerakan otot, sikap tubuh, gejala saraf yang lain, dan bisa terbelakang mental atau normal. Pendapat lain, yaitu Stephen dan Hawks (1974) dengan tegas menyatakan “…estimated that 40 to 60 percent of children with Cerebral Palsy were mentally retarded”. Dengan menganalisis pernyataan di atas maka sudah jelas bahwa anak Cerebral Palsy memiliki hambatan dalam bidang akademik. Adapun seberapa sulit hambatan belajarnya tergantung pada: 1). Tingkatan retardasi mentalnya, apakah mild MR, everage MR, severe MR, dan profound MR, 2). Gangguan saraf lainnya, seperti : gangguan penglihatan, pendengaran, dan berbicara. Gangguan-gangguan penyerta seperti tersebut di atas akan mempersulit atau memperburuk kemampuan belajarnya.

 

Sekian tulisan dari kami, semoga bermanfaat.

Apabila ada pertanyaan silakan layangkan via comment box di blog ini, atau melalui jejaring sosial kami di @Kabar_PLB / kabar.plb

Categories: Cerebral Palsy | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “Cerebral Palsy

  1. retno indriati

    bagaimanakah caranya mengajarkan anak CP untuk menulis dan mengenal huruf dan angka ? trimakasih

    • Pada dasarnya mengajarkan anak CP u/ calistung akan sama dengan anak normal lainnya, menggunakan berbagai metode” dan pendekatan calistung yg sudah ada. Paling penting adalah asesmen u/ mengetahui seberapa jauh modal kemampuan anak u/ potensi kemampuan calistung dan metode apa yg cocok digunakan bagi anak.

      jangan bosan berkunjung ke blog ini.
      terima kasih.

      (kabarplb@ymail.com)

  2. Supratini

    Adik aku mengalami CP jga..
    Tp sampai sekarang dia msh blm bsa mengunyah makanan..
    Tolong ajari bgmn terapinya!
    Trimksh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Zullies Ikawati's Weblog

We've shared together

Tinta Emas Guru

goreskan semua pengalamanmu agar semakin bermanfaat. guruabk.wordpress.com

Gadis Ransel

Travel is my soul

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Anotasi

Sekadar catatan saja...

%d bloggers like this: