#CeritaLuarBiasa : Dari Mereka Aku Belajar Indahnya Hidup

Selamat pagi dan selamat berakhir pekan teman-teman, hari ini kami akan posting cerita terpilih lainnya dari kuis #CeritaLuarBiasa yang telah kami adakan sebelumnya. Kali ini ada cerita kiriman dari mas Rully Anjar Arifianto, yang kuliah PLB di UNS serta aktif dalam setiap kegiatan Gerkatin Solo. Mas Rully di sini menceritakan pengalamannya bergaul dengan teman-teman tunarungu yang aktif di Gerkatin Solo.

Buat teman-teman yang ingin lihat dan kenal siapa pencerita luar biasa kali ini, fotonya cek di bawah :

Mas Rully Anjar dengan hadiah kiriman buku dari @Kabar_PLB

Selamat membaca tulisan Mas Rully Anjar ini ya, semoga bermanfaat, serta menginspirasi.

Dari Mereka Aku Belajar Indahnya Hidup

Rully Anjar Arifianto / FB: Rully Anjar A  / Twitter: Rully Anjar A / Kos Islah Gang Mega 3, No.8, Gendingan RT:3 RW:14, Jebres, Surakarta 57126

Kata “indah” bagi tiap orang punya persepsi masing-masing. Memang “indah” tak bisa diungkapkan, karena indah itu abstrak. Seperti halnya makanan, enak bagiku belum tentu enak bagimu.

Di dunia ini, sering kali kita mendengar kicauan suara burung yang indah maupun suara alunan instrumen musik. Musik yang bagus bagaimana suaranya? Suara piano seperti apa? Suara gitar seperti apa?

Baiklah untuk masalah suara itu hanya bagi kita yang memiliki pendengaran normal yang berarti tidak mengalami gangguan pendengaran. Lain halnya dengan teman-teman kita yang deaf. Mereka hanya mendengar sedikit suara bahkan tidak mendengar sama sekali. Bagaimana mereka menjawab pertanyaan di atas kalau mereka tak pernah mendengar suara piano seperti apa.

Deaf “mendengar” dan melihat melalui visualnya. Visual mereka sangat tajam, karena melalui indera inilah mereka berkomunikasi dengan dunia luar. Dengan keterbatasan yang mereka miliki ini, tak membuat mereka mengurung diri dalam kesendiriannya. Berkumpul bersama teman-teman bisa mengusir kejenuhan.

Gerkatin Solo, inilah nama tempat di mana mereka dan aku berbagi canda, cerita suka, dan duka (tapi hampir ga ada duka kok). Aku bersyukur bisa bertemu teman-teman deaf di sini. Aku menjadi mengerti bagaimana karakteristik mereka, kebutuhan mereka, dan juga cara berkomunikasi mereka. Secara fisik mereka tidak ada yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Mereka bisa jalan, bisa lompat, bisa lari, naik motor, naik mobil, dan benar-benar tak ada yang bisa membedakan mereka dengan orang “normal”.

Namun saat mulai berkomunikasi inilah kita tahu bahwa mereka adalah deaf. Yang memiliki keterbatasan dalam pendengaran. Tapi bagi masyarakat yang belum mengerti tunarungu seperti apa kadang-kadang bayangan mereka tentang deaf itu bodoh dan tak mampu berbuat apa-apa. Yaaa wajar saja… Mungkin karena ada kata “tuna-“ yang membuat pandangan masyarakat menjadi miring terhadap teman-teman deaf.

“DEAF TIDAK CACAT”. Mereka hanya memiliki keterbatasan pendengaran. Mereka lebih suka diutarakan dalam “tuli” atau “deaf” (bahasa Inggris), karena tidak membuat mereka merasa “cacat”. Oh iya, jika ada yang beranggapan bahwa deaf itu bodoh, orang itu benar-benar belum mengerti hakikat diciptakannya manusia oleh Tuhan pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Deaf memiliki kemampuan otak yang “SAMA” dengan orang “normal”, hanya yang berbeda adalah “cara mengisinya”. Kita yang normal bisa mendengar dan melihat, sehingga semua informasi bisa terserap dalam otak.

Teman-teman deaf memiiki cara yang berbeda dalam pembelajaran, karena mereka memanfaatkan visualnya. Baik itu membaca tulisan maupun membaca gerak bibir sang guru. Jika kita menggunakan cara yang tepat dalam memberikan informasi bagi teman-teman deaf, pasti mereka juga bisa seperti orang normal yang punya banyak informasi. Mungkin sebagian dari kita tidak sabar menghadapi mereka. Tahukah kamu sebenarnya kita telah melakukan diskriminasi terhadap mereka. Mereka berhak mendapatkan informasi meskipun terbatas dalam mendengar.

Dari hal-hal inilah aku belajar bahwa Tuhan menciptakan kita untuk saling melengkapi. Memiliki pendengaran dan penglihatan normal jangan membuat kita lupa dengan teman kita yang memiliki keterbatasan itu. Tapi jangan pernah berpikir untuk menaruh rasa iba pada mereka, bukan rasa iba yang mereka inginkan, tapi PERHATIAN.

Hidup itu tak mesti mendengar, karena kami melakukan keramaian meski dalam kesunyian. Setelah masuk ke dalam dunia deaf, aku menjadi mengerti bahwa tak ada yang benar-benar sunyi. Ingatlah kawan, Keterbatasan Tak Membuat Kita Menjadi Terbatas. Ayo bersama-sama menembus BATAS itu.

Terima kasih kawan-kawan deaf yang telah mengajariku indahnya hidup ini.

TAMAT

Categories: Cerita-cerita Luar Biasa, Kuis Kabar PLB | 1 Comment

Post navigation

One thought on “#CeritaLuarBiasa : Dari Mereka Aku Belajar Indahnya Hidup

  1. marjono

    Ass.
    pakabar kawan2, aku alumni plb uns angkt 85
    sejak sangat awal kujuga pengin banget bergumul di dunia plb
    tes cpns sekali dua berulang lagi pada tahun berikutnya
    anda belum beruntung kalimat yang sama terpajang di mata telanjang dan mata hati masa itu
    Cinta Allah kepada hambanya sangat luar biasa
    meski aku kagak ditahbiskan sebagai guru pendidikan luar biasa
    aku justru menjadi pns di luar kebiasaan cita-cita pun obsesi kawan2 mahasiswa dan atau sarjana plb
    lima tahun ketiga aku telah melampaui garis pns itu
    di pemprov jawa tengah yang berkonsentrasi pada bidang empowerment
    ehm, masih banyak kisah yang jika kuderet tak bakalan muat deh sepanjang jalan daendels
    ok, kawan…boleh dan mohon izin kenan masuk di dunia romantic nostalgic PLB
    salam hormat.
    Wass.

    Marjono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Zullies Ikawati's Weblog

We've shared together

Tinta Emas Guru

goreskan semua pengalamanmu agar semakin bermanfaat. guruabk.wordpress.com

Gadis Ransel

Travel is my soul

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Anotasi

Sekadar catatan saja...

%d bloggers like this: