Menerima Anak Berkebutuhan Khusus di Tengah Keluarga

SETIAP keluarga biasanya tidak pernah menyangka bahwa mereka akan diamanahkan oleh Yang Maha Kuasa mengasuh anak berkebutuhan khusus. Reaksi setiap keluarga dalam menerima anak-anak tersebut biasanya beragam. Memang, tidak mudah bagi orang tua tatkala mengetahui buah hatinya memperlihatkan kondisi berbeda dengan anak umumnya. Syok, kecewa, dan tak percaya terhadap apa yang terjadi berkecamuk dalam diri mereka. Tak jarang muncul pula emosi-emosi negatif seperti menyalahkan diri sendiri atau tidak dapat menerima keadaan, marah, dan menyesal.

Tak jarang di antaranya banyak pasangan yang melakukan penanganan non medis dan mengatakan bahwa anaknya kena guna-guna atau dikerjain orang yang kurang suka pada keluarga tersebut. Ini sebenarnya akan semakin memperburuk kondisi anak. Perasaan menolak dan menerima ini akan berjalan seiring dengan waktu. Hanya saja proses adaptasi setiap keluarga memang berbeda-beda, sangat tergantung pada kepribadian dan kemampuan dalam menyesuaikan diri.

Namun tidak sedikit yang tetap menolak kenyataan. Tahap ini disebut denial. Penolakan yang kuat biasa terjadi jika harapan dan kenyataan sangat berjarak, misalnya ketika orang tua berharap anak pertamanya akan menjadi lambang kebanggan keluarga, namun kenyataan sangat bertolak belakang. Mereka merasa malu, kecewa, bahkan frustrasi. Jika tahap denial ini berkepanjangan, intervensi terhadap anak menjadi lebih lambat. Akibatnya, anak lebih terlambat secara fisik maupun psikologis bila dibandingkan dengan anak berkebutuhan khusus lainnya.

Kerja sama suami istri dalam menangani anak berkebutuhan khusus sangat dibutuhkan. Persiapan emosional di antara pasangan memang sangat diharapkan. Jika suami istri telah sepakat, berikutnya harus ada persiapan finansial yang perlu dipersiapkan. Adanya dukungan emosional dan finansial akan mempercepat penanganan bagi anak.

Selain penanganan medis dan kesiapan keluarga dalam menerima anak berkebutuhan khusus, faktor doa kepada Yang Maha Kuasa juga ikut memberikan dukungan spiritual dan moril bagi orang tua. Mereka akan menjadi lebih tenang dan pasrah.

Keikhlasan orang tua dalam menerima anak-anak berkebutuhan khusus akan memberikan dampak lebih nyata. Seorang ibu dan ayah yang ikhlas memiliki kualitas yang sama dengan seorang profesional, apakah psikolog, psikiater, atau pun pedagog.

Beberapa tips menerima anak berkebutuhan khusus:

1. Mencoba menerima kenyataan bahwa anak berkebutuhan khusus merupakan bagian dari keluarga. Anak berkebutuhan khusus biasanya peka. Penerimaan dan penolakan dari lingkungan sangat mereka rasakan, apalagi jika penolakan itu datang dari orang tua. Hal ini cukup mempengaruhi kemajuan mereka.

2. Menghubungi para ahli yang dapat memberikan informasi dan intervensi dini dalam menangani anak-anak berkebutuhan khusus.

3. Tidak menyembunyikan anak berkebutuhan khusus dari lingkungan sosial yang lebih luas. Hal ini hanya akan menjadikan mereka seperti objek penderita.

4. Ketika memasuki usia sekolah sebaiknya orang tua mencarikan sekolah yang dapat menerima dan melayani mereka sesuai dengan standar kemampuan anak. Sekolah yang menerapkan sistem inklusi cukup cocok bagi anak berkebutuhan khusus.

5. Ketika telah memasuki usia remaja, mereka sebaiknya diberi keterampilan khusus yang dapat menunjang kehidupannya kelak. Karena tidak semua anak berkebutuhan khusus memiliki kecerdasan tinggi, keterampilan yang disesuaikan dengan kemampuannya menjadi sangat penting.

Categories: Tips-tips menangani anak berkebutuhan khusus | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Menerima Anak Berkebutuhan Khusus di Tengah Keluarga

  1. Pingback: Tidak Ada ‘Produk Gagal’ Dari Allah | Majalah Embun

  2. sangat bagus postingannya…

    izin ngutip yah??

    saling berbagi itu indah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Zullies Ikawati's Weblog

We've shared together

Tinta Emas Guru

goreskan semua pengalamanmu agar semakin bermanfaat. guruabk.wordpress.com

Gadis Ransel

Travel is my soul

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Anotasi

Sekadar catatan saja...

%d bloggers like this: