Perkembangan Bahasa Pada Anak

Pada posting kali ini kami coba membahas perkembangan bahasa pada anak yang baru lahir hingga usia 2 tahun. Silakan dibaca, semoga bermanfaat.

A. Reflexive  Vocalization 

  1. Dari lahir sampai + 3 mg anak menangis  tidak dapat dibedakan  tanpa memperhatikan keadaan  psikologisnya, seperti lapar, dinging, sakit dsb.
  2. + 3mg –> Tangisan  anak dapat dibedakan  tergantung pada stimulus khususnya, seperti suara tangis  bayi berbeda  saat ia lapar  dengan sakit.

B. Babbling / Vocal play  ( 6 mg – 6 bln)

  1. bayi bereaksi terhadap suaranya sendiri.
  2. Ia memproduksi suara saat ia senang.
  3. Ia mengoceh secara berulang dengan berbagai tipe suara  sesuai dengan bertambahnya usia : seperti berkumur, refleks, belum membentuk vokal atau  konsonan .  pengeluaran suara tersebut dilakukan   berulang-ulang.

C. Lalling ( 6 – 9 Bln )

  1. Mendengar suara dan memproduksi  suara terjadi  pada hubungan yang  tertutup.
  2. Self – imitation :   bayi mendengar suaranya sendiri dan mulai mengulanginya
  3. Vokalisasi sering digunakan  untuk memperoleh perhatian.
  4. Vokalisasi  biasanya mencakup pengulangan suku kata konsonan- vokal. Misalnya ma-ma – ma ; pa-pa – pa.

D. Echolalia ( 9 – 12 bln )

  1. Bayi meniru suara yang dibuat orang lain.
  2. Suara-suara yang ditiru tidak mempunyai arti
  3. Bayi membanghun perbendaharaan suara-suara  dan kombinasi suara menurut keunikan lingkungannya

E. True  Speech ( 12 – 18 bln)

  1. Anak mengatakan kata pertamanya.
  2. Ia  menggunakan bahasa secara sengaja dan bertujuan  sebagai alat untuk berkomunikasi.
  3. Kata pertama biasanya suku kata tunggal misalnya “ma “ atau dua suku kata yang sama, misalnya mama ; papa.
  4. Kata pertama  menjadi tujuan sebuah kalimat, karena  artinya dapat diinterpretasikan  dari konteks yang diberikan / yang ada.
  5. Kemungkinan  besar  kata-kata  awal yang diucapkan adalah  kata benda, sejak anak lebih banyak mendengar kata benda dari pada kata lainnya dari  bicara /percakapan.
  6. Berikutnya muncul kata kerja.
  7. Jumlah kosa kata biasanya 2-3 kata pada usia 16 – 18 bln.
  8. Pemahaman  kosa kata   biasanya  lebih banyak ari pada kosa kata  ekspresif oral anak.

F. Usia  18 – 24 bln ( ½ – 2 tahun )

  1. Kosa kata oral  berkembang  antara 3 – 50 kata
  2. Pemahaman kosa kata  lebih banyak dari pada  kosa kata eskpresif  oral.
  3. Anak menggunakan  kata-kata baru untuk menggeneralisasi misalnya satu kata  dapat digunakan untuk mengindikasi beberapa objek yang berbeda.
Categories: Cerita-cerita Luar Biasa | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Perkembangan Bahasa Pada Anak

  1. Rieska Dian Tiara

    Makasih buat infonya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Zullies Ikawati's Weblog

We've shared together

Tinta Emas Guru

goreskan semua pengalamanmu agar semakin bermanfaat. guruabk.wordpress.com

Gadis Ransel

Travel is my soul

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Anotasi

Sekadar catatan saja...

%d bloggers like this: