Siapa yang Diperlukan Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi ?

Membicarakan siapa yang diperlukan dalam sebuah penyelenggaraan pendidikan pastinya adalah membicarakan sumber daya manusia. Hal ini sangat memegang peranan penting sekali atas berjalannya suatu sistem atau organisasi, tanpa sumber daya manusia yang memiliki kapabilitas baik tentunya segala suatu tidak berjalan dengan baik pula. Dalam posting kami kali ini akan coba membahas mengenai sumber daya manusia yang diperlukan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi. Semoga bermanfaat.

Yang dimaksud dengan sumber daya manusia (SDM) dalam penyelenggraan pendidikan inklusi adalah seluruh pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam pengelolaan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dalam sebuah satuan pendidikan (sekolah). Dalam hal ini tenaga pendidik (guru) adalah salah satu komponen yang utama bersama kepala sekolah dan pihak-pihak pengambil keputusan (stakeholder). Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah (Dir. Pembinaan SLB, 2007).

Direktorat Pembinaan SLB (2007) menetapkan pengertian, tugas, dan kedudukan masing-masing dijelaskan seperti di bawah ini:

1. Kepala Sekolah

Kepala sekolah pada satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif memiliki tugas mengkoordinasi, mengakomodasi, dan menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar di sekolahnya mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Koordinasi juga dilakukan berkenaan dengan tugas-tugas dan pengembangan profesionalisme guru-guru yang menyangkut kompetensi umum dan khusus berkenaan dengan pelayanan anak berkebutuhan khusus.

2. Guru Kelas

Guru kelas adalah pendidik/pengajar pada suatu kelas tertentu di Sekolah umum yang sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaratkan, bertanggungjawab atas pengelolaan pembelajaran dan adiministrasi di kelasnya. Kelas yang diambil tidak menetap, dapat berubah-rubah pada setiap tahun pelajaran sesuai dengan kondisi sekolah. Guru kelas biasanya ada  pada kelas-kelas rendah, (kelas 1, 2 dan 3).

3.      Guru Pendidikan Khusus

Guru Pendidikan khusus adalah guru yang mempunyai latar belakang pendidikan khusus/Pendidikan luar biasa atau yang pernah mendapat pelatihan tentang pendidikan khusus/luar biasa, yang ditugaskan di sekolah inklusif.

4.   Guru Mata Pelajaran

Guru mata pelajaran pada sekolah penyelenggara pendidikan inklusif mempunyai tugas sama dengan guru mata pelajaran pada umumnya, namun untuk guru mata pelajaran pada sekolah penyelenggara pendidikan inklusif perlu dibekali dengan tambahan pengetahuan tentang pendidikan khusus. Guru mata pelajaran bersama-sama dengan guru pendidikan khusus  menyusun rancangan pembelajaran adaptif sesuai dengan kondisi siswanya tanpa mengabaikan  substansi  mata pelajaran selanjutnya membelajarkan, memonitor dan mengevaluasi hasil belajar siswa.

5.   Guru Bimbingan Penyuluhan

Guru bimbingan dan konseling adalah guru yang bertanggung jawab untuk mencarikan solusi bagi semua peserta didik pada sekolah inklusif. yang mengalami kesulitan dalam belajar, sosialisasi, perilaku sosial, emosi, etika sosial sesuai dengan irama perkembangan anak.

6.   Tenaga Ahli

Tenaga ahli pada sekolah inklusif adalah tenaga profesional pada disiplin ilmu tertentu yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran pada sekolah inklusif. Tenaga ahli tersebut antara lain pedagog, psikolog, psikiater, dokter spesial, serta rohaniwan.

7.  Komite Sekolah

Peran komite sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi antara lain sebagai pemberi pertimbangan  dalam penentuan pelaksanaan kebijakan pendidikan, pendukung  baik yang berwujud finansial, pemikiran, maupun tenaga, pengontrol  dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di sekolah, serta sebagai mediator antara pemerintah (eksekutif) dengan masyarakat di sekolah.

Semua sumber daya manusia yang ada dalam pelaksanaannya tidak berjalan masing-masing. Pihak-pihak terkait perlu bekerjasama secara berkesinambungan sehingga penyelenggaraan pendidikan inklusi dapat berjalan secara optimal dan mampu menanggulangi permasalahan-permasalahan yang muncul di lapangan.

Categories: Inklusif, Pendidikan Luar Biasa | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Zullies Ikawati's Weblog

We've shared together

Tinta Emas Guru

goreskan semua pengalamanmu agar semakin bermanfaat. guruabk.wordpress.com

Gadis Ransel

Travel is my soul

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Anotasi

Sekadar catatan saja...

%d bloggers like this: