Peran SLB Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi

Pendidikan inklusif yang diselenggarakan di sekolah regular sangat memerlukan dukungan teknis, terutama bagi anak dengan kecacatan khusus, seperti tuna netra, tuna grahita, tuna rungu, dan autism. Oleh karena itu pemerintah menyiapkan institusi yang membantu sekolah-sekolah regular penyelenggara pendidikan inklusif, berupa pusat sumber (Resourse Center). Lembaga ini dapat dibentuk secara khusus, atau memfungsikan SLB Negeri atau Swasta yang sudah ada dan memenuhi syarat untuk dipersiapkan menjadi pusat sumber, sehingga mampu melaksanakan fungsi dan peran sebagai Pusat Sumber.

Menurut Iim Wasliman (2009) Pusat Sumber (Resource Center) adalah lembaga khusus yang dibentuk dalam rangka pengembangan pendidikan inklusif  dan dapat dimanfaatkan oleh semua anak, khususnya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Orang tua, Keluarga, Masyarakat, Sekolah, Pemerintah dan pihak lain yang berkepentingan untuk memproleh informasi yang seluas-luasnya, mendapatkan pelatihan berbagai keterampilan, memperoleh berbagai pengetahuan yang berhubungan dengan  pendidikan inklusif.

Fungsi SLB sebagai pusat sumber dikemukakan juga oleh Iim Wasliman (2009) yaitu:

  1. Sebagai pengambil inisiatif dan Aktif melaksanakan pendidikan inklusif, serta aktif membantu memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan implementasi pendidikan inklusif,
  2. Sebagai koordinator dalam memberikan layanan pendidikan inkusif bagi sejumlah sekolah regular di  gugusnya dan dengan berkolaborasi dengan pihak lain senantiasa berupaya untuk meningkatkan implementasi pendidikan inklusif,
  3. Sebagai pusat  dukungan kepada sekolah-sekolah reguler dan Sekolah Luar Biasa lainnya dalam pelaksanaan pendidikan inklusif
  4. Sebagai Pusat Informasi dan Inovasi di bidang pendidikan inklusif.
  5. Sebagai home base bagi kelompok  guru kunjung ke sekolah regular dalam melaksanakan bantuan teknis dalam layanan anak berkebutuhan khusus.

Adapun  peran SLB sebagai  pusat  sumber adalah (Iim wasliman, 2009):

  1. Memberikan informasi tentang berbagai hal yang berhubungan dengan pendidikan inklusif, baik kepada sekolah-sekolah regular, maupun SLB lainnya,
  2. Menyediakan bantuan asesmen yang rutin terhadap ABK,
  3. Memberikan layanan dan bimbingan kependidikan bagi ABK,
  4. Menjadi konsultan bagi semua pihak yang membutuhkan informasi, layanan, bimbingan dan penanganan khusus.
  5. Menjalin kerja sama dengan Dinas / Instansi / LSM dalam upaya implementasi pendidikan inklusif,
  6. Melakukan penelitian dan pengembangan,  inovasi implementasi pendidikan inklusif, menyusun strategi dan metodologi pembelajaran yang cocok bagi semua anak,
  7. Melakukan penanganan layanan pendidikan bagi ABK dan memberi serta menerima rujukan atau referensi dalam layanan pendidikan inklusi
  8. Merencanakan dan menyelenggarakan diklat pendidikan inklusif bagi guru- guru di sekolah reguler dan  SLB serta pihak lain yg membutuhkan.
  9. Menyediakan bantuan kepada berbagai pihak untuk meningkatkan layanan bagi ABK, serta menjadi fasilitator dan mediator bagi semua pihak dalam implementasi pendidikan inklusif,
  10. Mengatur guru yg ada di SLB untuk melakukan tugas tambahan sebagai Guru Pembimbing Khusus di Sekolah Inklusi
Categories: Inklusif, Pendidikan Luar Biasa | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Zullies Ikawati's Weblog

We've shared together

Tinta Emas Guru

goreskan semua pengalamanmu agar semakin bermanfaat. guruabk.wordpress.com

Gadis Ransel

Travel is my soul

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Anotasi

Sekadar catatan saja...

%d bloggers like this: