Pendidikan Integrasi

Pemahaman konsep tentang pendidikan anak penyandang cacat terus berkembang sejalan dengan dinamika kehidupan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan. Pada tahun delapan puluhan terjadi  gerakan yang kuat terhadap penyatuan pendidikan anak penyandang cacat bersama-sama dengan anak pada umumnya di sekolah biasa yang disebut dengan integrasi. Integrasi adalah penyediaan pendidikan yang berkualitas bagi siswa-siswa dengan kebutuhan kebutuhan khusus di sekolah biasa.

Dalam system pendidikan integrasi anak-anak penyandang cacat mempunyai kesempatan untuk mengikuti pendidikan di sekolah biasa bersama anak-anak pada umumnya. Akan tetapi kesempatan bagi anak penyandang cacat untuk mengikuti pendidikan di sekolah biasa dibatasi oleh adanya patokan yaitu bahwa  anak penyandang cacat dapat diterima di sekolah reguler sepanjang  anak ini dapat menyesuaikan diri dengan system yang berlaku bagi anak pada umumnya. Artinya anak penyandang cacat harus mampu menyesuaikan diri dengan system yang ada di sekolah itu.

Istilah integrasi digunakan sebagai kata benda dalam menggambarkan usaha-usaha untuk menghindari pemisahan dan isolasi pendidikan anak-anak penyandang cacat. Di dalam deskripsi dari usaha-usaha integrasi tercermin makna  organisasi yang terstruktur dan mempunyai karakteristik yang khas. Di dalam sebuah studi tentang integrasi (Lucas, 1981), menjelaskan bahwa organisasi pendidikan integrasi sebagai berikut:

 

a.   Sekolah reguler dan kelas reguler tanpa dukungan

Dalam organisasi ini anak penyandang cacat secara penuh berada di kelas dan sekolah regular. Layanan pendidikan yang diperoleh oleh anak  penyandang cacat sama seperti yang diperoleh oleh anak pada umumnya. Artinya anak penyandang cacat harus mengikuti standar yang berlaku bagi anak bukan penyandang cacat dalam hal kurikulum, evalusai, dan dalam penggunaan fasilitas.

 

b.   Kelas reguler ada dukungan untuk guru dan siswa

Dalam organisasi seperti ini anak penyandang cacat yang belajar di sekolah regular memperoleh dukungan dalam hal-hal tertentu yang tidak mungkin diperoleh secara bersama dengan yang bukan penyandang cacat. Misalnya seorang anak tunanetra memperoleh dukungan ketika mengerjakan soal ujian, ada orang lain yang membacakan soal-soal utuk dijawab. Demikian juga guru mendapat dukungan dari guru khusus ketika harus memeriksa hasil ujian yang ditulis dalam tulisan braille.

 

 c.   Kelas reguler full out support

Organisasisi integrasi full out support adalah anak penyandang cacat yang belajar di sekolah reguler pada waktu-waktu tertentu dapat ditarik keluar dari kelas untuk belajar bidang pelajaran tertentu yang dilakukan di tempat khusus (ruang sumber). Setelah itu kembali lagi ke kelas regular.

 

 

1). Kelas regular sebagai basis, kelas khusus paruh waktu

Dalam organisasi ini seorang anak penyandang cacat sebagai anggota dari kelas regular di seolah regular, akan tetapi ketika anak ini memerlukan layanan yang bersifat khusus pergi ke kelas khusus yang ada di sekolah itu. Artinya separuh waktu belajar berada di kelas regular dan separuh lagi berada di kelas khusus, tetapi basisnya tetap kelas regular.

 

2). Kelas khusus sebagai basis, kelas regular paruh waktu

Organisasi integrasi ini kebalikan dari organisasi dari (d.1), dimana anak penyandang cacat merupakan anggota  dari  kelas khusus yang ada di sekolah regular, tetapi sebagian dari waktu belajarnya dapat dilakukan di kelas reguler bersama dengan anak lainnya.

 

e.  Kelas khusus penuh

Anak penyandang cacat secara penuh belajar di kelas khusus yang berada di sekolah regular. Mereka hanya secara fisik berada di sekolah regular, tetapi mereka tidak terlibat dalam aktifitas belajar yang dilakukan bersama dengan anak lainnya, meskipun mereka berada pada lokasi (sekolah) yang sama.

 

f.  Sekolah khusus paruh waktu, sekolah regular paruh waktu

Organisasi integrasi seperti ini dilakukan melalui kerja sama antara sekolah khusus dengan sekolah reguler. Seorang anak penyandang cacat bersekolah di sekolah khusus, tetapi pada waktu-waktu tertentu anak ini bisa berada si sekolah reguler untuk belajar bidang tertentu bersama-sama dengan anak lainnya.

 

g.   Sekolah khusus penuh

Sekolah ini adalah sekolah yang secara khusus diperuntukan bagia anak penyandang cacat tertentu. Misalnya sekolah khusus bagi anak yang mengalami tunanetra, sekolah khusus bagi anak yang mengalami tunarungu, sekolah khusus bagi anak yang mengalami tunagrahita, dan sekolah khusus bagi anak yang mengalami tunadaksa. Sekolah seperti ini disebut dengan isilah segregasi.

Sangat jelas bahwa pendidikan integrasi melibatkan banyak perubahan baik di dalam maupun di luar sekolah. Sebagai contoh  perubahan sikap guru terhadap anak penyandang cacat yang ada di masyarakat, diperlukan perubahan system pendanaan, modifikasi bangunan sekolah, fasilitas transfortasi, organisasi dan  kegiatan masyarakat yang harus bermuara kepada kesejahteraan bersama.

 

Sumber:

Alimin, Zaenal (2004) Reorientasi Pemahaman Konsep Pendidikan Khusus Ke  Pendidikan Kebutuhan Khusus dan Implikasinya terhadap Layanan Pendidikan. Jurnal Asesmen dan Intervensi Anak Berkebutuhan Khusus. Vol.3 No 1 (52-63)

Johsen, Berit and Skjorten D. Miriam, (2001) Education, Special Needs Education an Intoduction. Unifub Porlag: Oslo

Lewis, Vicky (2003), Development and Disability. Blckwell Publishing Company: Padstow, Cornwall.

 

Semoga bermanfaat.

Salam Luar Biasa.

Categories: Pendidikan Luar Biasa | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Zullies Ikawati's Weblog

We've shared together

Tinta Emas Guru

goreskan semua pengalamanmu agar semakin bermanfaat. guruabk.wordpress.com

Gadis Ransel

Travel is my soul

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Anotasi

Sekadar catatan saja...

%d bloggers like this: